Showing posts with label Kehidupan. Show all posts
Showing posts with label Kehidupan. Show all posts

Monday, January 30, 2023

Menyapa 2023

Izinkan aku untuk menghela nafas  terlebih dahulu setelah hibernasi yang cukup panjang..Hhh….

Oke, tepat hari ini kita berada di penghujung bulan Januari 2023.

Apakabar semuanya? Kabarku baik-baik saja. Seperti biasa, aku masih sibuk dengan hiruk pikuk realita yang tiada akhir. Bersyukur semua masih bisa dilalui dengan baik dan hidup dengan izin tuhan Yang Maha Kuasa.

Tidak ada pengalaman atau bahkan ide yang menarik yang perlu ku bahas dalam blog ku kali ini. Aku hanya sekedar absen menyapa saja. Tahun baru, resolusi baru. Minggu lalu di buku catatanku ceritanya aku sudah membuat tidak hanya satu melainkan seratus resolusi baru di tahun 2023 yang tentunya tidak akan aku publish disini karena itu bersifat pribadi. Tidak yakin sih apakah aku bisa melewati seratus ceklis atau tidak. Yang terpenting aku sudah berusaha menentukan target pencapaian. Minimal 70% bisa tercapai di tahun 2023 ini. Sisanya mungkin saja akan jadi hutang untuk tahun berikutnya.

Pandemi Covid-19 sepertinya sudah mulai terkendali ya? Sudah mulai banyak sektor-sektor pekerjaan yang tadinya hiatus dan vakum mulai bergerak kembali. Perkembangan ekonomipun mulai tumbuh. Jalanan mulai padat dipenuhi berbagai kendaraan. Tapi walau demikian, WHO masih belum mengumumkan bahwa pandemic Covid-19 berakhir total. Dalam keseharianpun, kita masih harus tetap menjaga prokes dan memakai masker. Kayanya sudah jadi kebiasaan sih. Aku pribadi kalau tidak pakai masker ditempat umum, entah kenapa rasanya seperti telanjang tidak memakai baju. Malu sendiri Hehe. Tapi ya dengan memakai masker, tentunya kita bisa lebih menjaga diri dari paparan hal-hal yang tidak diingkan. Tidak hanya virus, debu, bahkan rasanya kepercayaan diriku lebih meningkat saat memakai masker, seakan-akan bisa bersembunyi dari orang-orang banyak. Padahal kayanya orang lain masih tetap mengenali kita walaupun pakai masker ya? Hmm

Baiklah, stop membahas pandemic. Jujur aku tidak punya pembahasan khusus sih. Akhir-akhir ini aku sedang tertarik dengan dunia kuliner. Asyik mencoba makanan-makanan baru, asik mencoba resep baru dalam memasak, dan yang menarik lagi asik menonton tayangan-tayangan tentang kuliner serta menambah kosakata-kosakata di dunia kuliner. Melihat orang-orang yang pandai dalam memasak membuat aku berpikir bisa gak ya aku se-pandai mereka dalam memasak. Sampai-sampai terkadang dalam tidurpun aku bermimpi sedang latihan memasak!

Selain keseruan dalam mengikuti dunia kuliner, aku juga sedang asyik-asyiknya membaca tulisan-tulisan pengalaman orang lain. Bukan dalam bentuk buku melainkan postingan-postingan yang bertebaran di situs Quora. Yap. Aku selalu asyik jadi silent reader disana. Mengamati berbagai karakter individu dan peristiwa yang menyertainya, Sungguh sekompleks itu kehidupan manusia. Terkadang ada cerita yang bikin kesal, marah, jijik, tidak habis pikir, takut, sampai cerita lucu dan menginspirasipun banyak kutemui. Seakan-akan aku bisa melihat representasi dunia dalam kacamata kecilku.

Apalagi yang perlu kubahas ya? Sepertinya dilain waktu deh aku cerita kembali. Terimakasih bagi yang sudah sempat membaca tulisan tidak jelas ini. Salam hangat dariku untuk semuanya, selamat tahun baru dan semoga semuanya diberikan kesehatan dan segala keinginan baiknya terkabulkan. Ciao

Wednesday, February 23, 2022

Mengalir saja tanpa judul yang pasti

Foto oleh Tracy Le Blanc dari Pexels

 

Tanggal berapa ya sekarang? Wah.. gak kerasa ternyata udah mau dua tahun sejak terakhir kali aku nulis di blog ini. Blog nya sudah sangat berdebu dan angker. Haha

Pertama-tama aku mau menyapa para pembaca dulu. Itupun kalau masih ada yang baca.

Apa kabar semuanya? Sehat kan? Harus sehat ya.. harus kuat juga menghadapi kegilaan dunia ini. 😂

Kabarku baik-baik saja ko (Padahal gak ada yg nanya wkwk). Alasan lama tidak menulis, karena aku tambah malas sekali. Dan... mungkin banyak perubahan yang bergejolak di dalam dada. Cailaah..

Pada kesempatan kali ini aku mau cerita ngalor ngidul aja sih. Sekaligus melatih jari jemariku, apa masih bersahabat untuk mengetik kata demi kata atau sudah amnesia? 

Jujur, usia memang tidak bisa bohong. Walau aku cukup percaya diri dengan tampangku yang gak tua-tua amat #Maksa. Tapi kadang inner nya suka ngerasa udah satu abad aja. Tuntutan kehidupan tentunya menjadi faktor utama. Ya gitu deh, rasanya semakin banyak tanggung jawab dan itu semakin berat. Tapi lucunya aku juga masih belum mau move on dari masa muda.

Yang pasti banget aku rasain adalah semakin bertambah usia, sikap kita dituntut untuk menjadi semakin wise dalam menghadapi segala hal. Biasanya, dulu aku selalu mengambil resiko tanpa pikir panjang. Tetapi sekarang, perlu waktu lebih untuk mempertimbangan segala sesuatunya.

Flashback ke masa kecil, dasarnya aku memang anak pendiam yang sama sekali gak pandai dalam bersosialiasi. Tapi saat dihadapkan hal-hal baru, rasanya sangat excited dan serba ingin mencoba. Oleh karenanya aku selalu berusaha keluar dari zona nyaman. Mencoba explore dan kadang senang menjadi bahan perhatian. Namun seiring berjalannya waktu, rasanya aku mulai lelah untuk bertindak seperti itu. Perlahan aku kembali menjadi diriku yang pendiam. Bahkan mungkin lebih pendiam dari sebelumnya. Sempet kemarin-kemarin iseng ikutan tes-tes kepribadian gitu. Hasilnya aku introvert sampe 100% lho. Hahaha tapi kan cuman tes-tes iseng aja.

Dulu, pernah ada orang yang blak-blakan bilang kalau kepribadianku "Angin-Anginan". Pada saat itu, aku menangkap apa yang dia maksud adalah bahwasannya diriku tidak punya pendirian. Memang sih aku akui kadang-kadang aku mengalami mood swing. Tapi kalau dikatakan tidak punya pendirian rasanya aku kurang setuju. Buktinya, aku tetap punya tujuan. Aku lebih suka menganggap bahwa diriku itu fleksible dan mampu beradaptasi dengan apa yang terjadi. Faktanya kita gak bisa dong terus menerus menjadi kecebong kalau ternyata air kolam mulai surut. Untuk tetap hidup kita butuh penyesuaian. Ibaratnya kita perlu berubah menjadi katak dan loncat ke daratan atau kalau perlu berubah jadi burung sekalian agar bisa terbang. Mungkin begitulah prinsipku. Apakah diantara kalian ada yang sepemikiran?

Ngomongin tentang era masa kini. Tiba-tiba saja dalam pikiranku tercetus istilah "Social toxicity". Maksudnya apa sih? Bagiku era sosial sekarang ini sungguh keras dan banyak hal-hal yang bisa mengakibatkan timbulnya kerugian. Manusia memang tidak lepas dari hubungan sosial. Namun menurutku, hubungan sosial di era ini sudah sangat tercemar dengan berbagai toxicity. Kita ambil contoh satu kata buruk dapat merusak dunia dalam sekejap mata saja. Apalagi kalau ditambah dengan tindakan yang salah juga. Akan sungguh mengerikan akibatnya. Bagi orang-orang yang kurang siap mengarungi samudera, tentu akan kaget apabila tiba-tiba di terjang ombak. Begitulah analoginya. 

Seiring dengan era social toxicity ini, kita jadi harus lebih banyak belajar untuk berpikir dua kali dalam menentukan langkah. Itu juga yang selalu aku tanamkan saat ini. Selalu waspada dalam hidup. Memang awalnya tidak nyaman, tetapi setelah terbiasa, kita akan menganggapnya juga biasa. Karena mau gak mau, ya hal-hal buruk itu bisa saja terjadi kapan saja dan dimana saja. Tetapi bukan berarti kita harus selalu bernegatif thinking ya. Tentu saja lebih baiknya kita harus positif thinking. Hanya saja dibarengi juga dengan kewaspadaan. Karena dunia tidak akan pernah lepas dari yang namanya sebab dan akibat.



Thursday, December 12, 2019

Serba Serbi Kehidupan di Asrama (Part 4)


Part 4
Dirtiness / Kekotoran di Asrama


Halloo guys.. yang masih setia baca ceritaku sampe sini aku ucapin makasih banyak yaa. Walaupun ceritaku tidak berbobot, tapi kalian masih setia membaca. The best deh pokonya. Hehe. Di Part 4 ini aku akan bahas tentang beberapa hal kotor yang kadang terjadi saat tinggal di asrama. Apa aja sih? Yuk langsung aja simak ceritanya.


1. Bullying

Ya, kalian pasti udah gak asing dengan istilah Pembully-an. Atau bahasa indonesianya Perundungan. Bullying di lingkungan asrama bukanlah hal yang aneh. Malah sering terjadi. Banyaknya karakter berbeda dalam satu atap pasti akan menghasilkan kesenjangan. Orang yang dibilang lemah, cupuk, memiliki kekurangan, dsb pasti akan lebih sering mendapatkan perundungan. Biasanya orang-orang yang melakukan bullying ini merasa kalau dirinya adalah yang paling hebat sehingga berhak untuk menghardik orang lain yang menurutnya tidak satu level. Entah dari senior ke junior, atau bahkan seumuran tapi beda cara pergaulan. Kadang di lingkungan asrama banyak orang yang suka di olok-olok, dikerjain, barang-barangnya diambil, sampai bahkan ke serangan fisik yang tak jarang hanya untuk kesenangan semata. Kalau udah kaya gini sih lebih baik dilaporkan saja pada pihak yang berwenang ya, supaya dapat penanganan.

Miris sih. Bullying ini kadang secara tidak langsung juga biasa kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Dari mulai body shaming, menghasut, membicarakan kejelekan orang lain, dll. Padahal intinya manusia itu gak ada yang sempurna. Alangkah baiknya kalau kita bisa saling menghargai satu sama lain dan kalaupun kita mempunyai pikiran negatif terhadap orang lain, cukup disimpan sendiri saja sampai lama kelamaan pikiran negatif itu hilang sendiri. Mari kita sama-sama berusaha untuk introspeksi diri dan menyebarkan kebaikan yaa guys..



2. BDG

Ada yang tau apa itu BDG? Yang jelas itu bukan singkatan dari Bandung! Haha. BDG adalah singkatan dari Budug. Setidaknya emang biasa orang-orang cukup bilang BDG atau nama ilmiahnya Scabies. Menurut honestdocs.id, “Scabies adalah penyakit gatal pada kulit yang disebabkan oleh tungau atau kutu kecil yang bernama Sarcoptes scabiei, ditandai dengan keluhan gatal, terutama pada malam hari dan mudah menular melalui kontak langsung atau tidak langsung”. Ini adalah penyakit yang sangat populer dikalangan anak-anak yang berasrama. Selain dari gejalanya yang berupa gatal-gatal, borok dan bernanah, penyakit ini juga akan memberi bekas pada kulit yang sulit untuk dihilangkan. Jadi kaya totol-totol kecoklatan gitu. Penyakit ini sangat mudah sekali untuk menular terutama bagi orang yang tak mampu menjaga kebersihan diri. Seperti yang kita tahu kalau biasanya tinggal di asrama itu satu kamar dihuni oleh banyak orang. Otomatis kalau misalnya ada satu orang saja yang terkena BDG, resiko penularan ke orang lain pun akan lebih besar. Biasanya penyakit ini mudah menular kalau orangnya suka saling meminjam barang pribadi. Entah itu baju, celana, handuk, selimut, atau bahkan sabun batangan. Apalagi bagi orang yang kurang menjaga kebersihan dirinya misal jarang mandi, atau bahkan jarang membersihkan kamar dan tempat tidur, maka BDG ini akan datang menghampiri. Oleh karena itu intinya adalah sebisa mungkin kita harus selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan kita dan tidak lupa juga untuk mengajak teman-teman kita memelihara kebersihan. Pakailah barang masing-masing dan jangan saling meminjam kalau bisa. Lalu gunakan antiseptik pada air yang kita gunakan untuk mandi. Kalau sudah ada gejala penyakit ini, segeralah kunjungi dokter untuk pengobatan sedini mungkin agar penyakitnya tidak tambah parah.



3. Kencing dalam botol

Ya, kencing dalam botol biasanya terjadi dikalangan anak laki-laki. Faktor utamanya adalah karena terlalu mager untuk beranjak ke toilet asrama. Misalnya ketika tengah malam ingin kencing tapi males atau takut ke toilet, biasanya ada aja yang kencing di dalam botol bekas. Dan botolnya di lempar ke luar jendela ke arah semak-semak. Tau-tau besok paginya udah banyak botol berserakan di semak-semak. Dan berbau pesing. Sungguh terlaluuuuu. Seharusnya biasakanlah untuk buang air di toilet sebelum kita tidur. Atau paksakanlah untuk pergi ke toilet kalau memang ingin buang air dan minta teman untuk mengantar jika memang tidak berani berangkat sendiri. Jika memang terpaksa harus kencing dalam botol misalnya karena sedang sakit dan sulit berjalan, maka bawa lah botol tersebut dan bersihkan saat kita pergi ke toilet nanti. Lalu buang botol bekasnya ke tempat sampah. Itu lebih baik daripada harus melempar granat-granat berisi cairan pesing yang kaya es teh manis itu kan :V



4. Gosob dan Pencurian

Gosob adalah sebutan untuk meminjam sesuatu tanpa izin terlebih dahulu dan tanpa niatan mencuri. Yang paling sering terjadi adalah penggosoban sandal. Ya, banyak sekali orang yang menganggap remeh dan seenaknya saja memakai barang orang lain tanpa izin. Padahal kalau kalian tau, meminjam tanpa izin itu dosa lho. Karena bisa saja sang pemilik merasa tidak ikhlas dan merasa dirugikan saat barang-barangnya yg tiba-tiba hilang atau berpindah tempat. Paling jengkel banget deh pokonya sama orang yang suka gosob. Entah berapa kali dulu aku harus beli sandal hanya karena sering hilang dan di gosob. Atau bahkan aku nemuin sepatuku yang tiba-tiba ada diluar kamar dengan kondisi basah dan kotor padahal aku tidak memakainya. Huffff.

Selain itu ada juga orang yang emang niatnya bukan minjam, melainkan mencuri. Ya, di asrama itu sangat rawan pencurian. Baik terhadap barang-barang yang berharga maupun barang yang sepele sekalipun. Dan kita tidak akan bisa memastikan siapa pencurinya karena kadang seseorang mencuri karena memang ada kesempatan. Yang paling sering adalah pencurian uang dengan cara pembobolan lemari dan pencurian jemuran baju. Makanya kalau tinggal di asrama kita harus selalu menjaga diri untuk tak membawa barang-barang mewah, membawa uang secukupnya, menyediakan kunci double, menamai semua barang-barang kita, dan mengawasi barang-barang kita sebisa mungkin. Aku pernah kehilangan beberapa baju, buku, bahkan celenganku yang kutaruh di dalam lemari. Sungguh kesal rasanya. Hidup di asrama sungguh berat.



5. Razia

Razia dilakukan oleh para pengurus asrama dan senior. Biasanya barang-barang yang dianggap tidak boleh dibawa ke asrama, akan disita oleh sang perazia. Mungkin kalau untuk barang-barang terlarang kaya narkoba sih wajar ya. Tapi aku pernah saat ada razia, koleksi kaset DVD ku ikut disita. Padahal itu benar-benar kaset film-film favoritku. Ada kaset Harry potter, Jurassic Park, dan beberapa film fantasi lainnya. Entah dikiranya kaset porno kali ya atau emang yang merazia menginginkan barang tersebut. Menyebalkan. Selain itu, handphone juga akan turut di razia. Dan kocaknya kalau ada surat-surat cinta akan ikut di razia juga. Karena ada larangan untuk membawa handphone dan juga ada larangan berpacaran.

Well, ini sedikit curahatanku. Aku mengakui termasuk orang yang pernah melanggar peraturan. Aku pernah membawa handphone diam-diam karena alasannya aku adalah anak yang paling jauh dari keluarga atau bisa dikatakan luar kota. Sementara anak-anak lain jarak dari asrama ke rumahnya lumayan dekat jadi mereka sering pulang minimal sebulan sekali. Sedangkan aku tidak memungkinkan pulang sebulan sekali. Tentunya aku cuma ingin tetap berkomunikasi sama keluarga via telpon. Itupun hanya ku gunakan di waktu-waktu yang sangat penting saja. Bayangkan aku pulang ke rumah cuma 2-3x setahun. Sekedar berkabar kondisi kesehatan lah, keuangan lah, atau bahkan keselamatan di perjalanan ketika saatnya aku pulang. Tapi tetap saja alasan-alasan ini tidak membuat aku mendapat keringanan untuk boleh membawa hp. Alhasil ketika ada razia, hp ku disita dan parahnya malah raib tidak dikembali kan lagi.

    Itu aja sebagian dari hal-hal kotor yang terjadi di asrama sepengalamanku. Mungkin masih banyak lagi hal lainnya. Tapi cukup itu yang bisa ku share saat ini. Semua cerita ini bukan berniat untuk menyudutkan kehidupan di asrama, melainkan memang itu adalah pengalaman yang terjadi dalam hidupku, di tempatku dan pada masa lalu. Ini semua semata-mata untuk mengingatkan kita agar lebih aware dalam hal apapun agar segala sesuatunya berjalan seperti yang kita harapkan. Dan again, bagi yang masih penasaran dengan serba-serbi kehidupan di asrama, mungkin dilain waktu aku akan share di Part 5. Thank you for read and see you guys~